Menu Katalog Bunga





Kami persembahkan karangan bunga terbaik untuk anda. Toko bunga kami siap membantu anda buka 24 jam dan memberikan harga terbaik untuk rangkaian bunga berkualitas tinggi. Telp/Sms/WhatsApp (Simpati) 0822-99148647, (XL) 0819-05954242, 021-22530924, Pin BB: 5B3283C9

Jumat, 08 Januari 2010

Pusat Pasar Kembang Jakarta

 Rawa Belong sebagai Pusat Pasar Kembang Jakarta

bunga rawa belong

Pasar Rawa Belong adalah pusat pasar kembang terbesar di Jakarta. Pasar ini berdiri sejak tahun 1974 dan baru diresmikan sekitar tahun 1984 oleh Gubernur DKI Wiyogo Atmodarminto kala itu. Di pasar ini semua transaksi yang berhubungan dengan bunga terjadi. Semua sentra bunga potong di Jakarta membeli bunga dari pasar ini. Namun jika anda ingin membeli untuk keperluan pribadi, bukan tidak boleh berbelanja di sini. Semua bisa dilayani baik partai besar bahkan satuan sekalipun.

Di era 60-an pedagang bunga di pasar ini kebanyakan warga sekitar Rawabelong, seperti Sukabumi dan Kemanggisan, karena saat itu mata pencarian warga sekitar Slipi, Kota Bambu, Rawa Belong dan Sukabumi adalah sebagai petani bunga. Namun pada perkembangan selanjutnya banyak masuk pedagang bunga dari beberapa daerah di Jawa.

Transaksi di pasar ini akan mencapai puncaknya tiap Selasa Malam hingga Sabtu malam, dengan asumsi menjelang akhir minggu banyak pesta atau acara yang digelar. Pedagang yang datang juga beragam, tidak hanya dari Jakarta, bahkan juga dari Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur hingga Batam.

Selain terkenal dengan bunga dan tanaman hias, Rawa Belong dan sekitarnya juga cukup terkenal dengan jajanan khas, seperti Bubur Ayam Bang Tatang, Nasi Uduk Bang Udin, Ketupat Asofa, Ketupat Laksa (Jl. Asyirot) dan Mie Kondang (Srengseng, Kelapa Dua).

Ada sebuah tradisi tahunan yang terkenal di kawasan ini. Menjelang Hari Raya Imlek, mulai pertigaan Rawa Belong hingga Jl. Sulaiman (sekitar Pasar Kembang) digelar Pasar Bandeng. Di sini seluruh penjual bandeng dari berbagai penjuru Jakarta menggelar dagangannya. Bandeng yang dijualpun beratnya di atas rata-rata, berkisar dua hingga empat kilogram per ekor. Tradisi Pasar Bandeng yang sudah ada sejak tahun 70-an ini masih bisa dijumpai hingga sekarang.

*diambil dari liburan.info

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.